” kataku. Bokepindo Kejantananku sudah mengeras. Tunggu apa lagi. Lalu pijitan turun ke bawah. “ Ngapadian sih di situ..? “ Mbak Fera.., udah ada pasien tuh, ” ujarnya dari ruang sebelah. Lalu mengangkang. ”
“ Massage, boleh. Tapi sebelum berlalu masih sempat melihatku sekilas.Betulkan, dia tidak akan datang begitu saja. Selesai dipijat dia tidak meninggalkan aku. Aku tidak berani menatap wajahnya. ”
Lalu aku menuju ruang yang kemarin. Aku pertegas bahwa aku mengendus kuat-kuat aroma itu. Kuusap sisa cream. Ke bawah lagi: Hah habis kancingku habis. Tetapi sejak tadi aku tidak melihat wanita yang lehernya berkeringat yang tadi mengerlingkan mata ke arahku. Dari jarak yang begitu dekat ini, aku jelas melihat wajahnya. Tidak apalah hari ini tidak ketemu.




















