“Sudah mas.. XXNX Ya! dia memohon untuk menghentikan kenakalan jari-jari tangan saya.. sampai pada akhirnya.. Ya!”
“Ya atau tidak?” desak saya. Beberapa detik kemudian, begitu dia mencapai ejakulasi klimaks..matanya tertutup rapat.. Tetapi sekitar setengah jam kemudian ketika saya memegangnya lebih dekat, kepala Sally merapat didada saya yang bidang, pada posisi yang lebih intim daripada seksual, saya memasukan jari kedalam vaginanya dan pelan-pelan memijit pada dinding bagian atasnya.Saya merasakan pelebaran yang sangat pelan dan hampir tidak terasa dari dinding vaginanya.Sama halnya dengan pasangan sebelumnya, saya harus yakin untuk menahan jari didalamnya. Saya merasakan dia sebenarnya terbuai dengan apa yang telah dialami tubuhnya. “Menakjubkan” saya berbisik. “Apakah rasanya selalu seperti itu?, Aku belum tahu.” katanya. Secara spontan vagina Sally menjadi luar biasa basah… lebih basah dari apa yang saya bayangkan sebelumnya, benar-benar kebanjiran, tetapi belum keluar.




















