Dari kaca spion aku melihat tidak ada gurat kekecewaan di wajah Nyonya Wulandari. Bokep Montok Keputusasaan mulai menghinggapi diriku. Tapi aku memang membutuhkan pekerjaan saat ini. Sementara pakaianku sudah basah oleh keringat. Tapi aku perlu yang bisa setir mobil. Seakan dia tidak percaya kalau di kota yang super sibuk dengan orang-orangnya yang selalu mementingkan diri sendiri, tanpa peduli dengan lingkungan sekitarnya, ternyata masih ada juga orang yang dengan tanpa pamrih mau menolong dan membantu sesamanya. Karena Nyonya Wulandan memang tidak segan-segan memberiku uang dalam jumlah yang tidak sedikit. Beberapa orang pembantu sudah menyarankan agar aku pergi saja dan rumah ini. Aku baru menyadari kalau ternyata Nyonya Majikanku itu seorang maniak, yang tidak pernah puas dalam bercinta di atas ranjang.Bukan hanya malam saja.




















