Ah… lamunan saya kembali menyusuri jejak waktu yang telah berlalu sekian lamanya. XXNX “Ryo, have you ever had some different feelings about me?”, tanyanya tergugup. Kembali kutikamkan kejantananku dalam kewanitaannya, seraya meremas buah pinggulnya dan menaik-turunkan tubuhnya di atas tubuhku. Hhmm….menikah? Yup…, itu dia. “Apa kabar Rev?”, balasku sambil menyalami hangat tangannya. Saya hanya mampu memandanginya saja. Namun semua itu tidak saya lakukan. Mini jeep saya terlihat seperti sebuah rumput liar di taman penuh bunga. Hhh…sesak juga rasanya jika sisi sentimentil ini sedang terusik. Restaurant spesialis mie yang terletak tepat di seberang sineplex masih saja kena di lidahnya, pun setelah bertahun-tahun di negeri orang. Sepatu kiriku baru saja kukenakan, saat tiba-tiba dari belakangku terdengar suara Revy bertanya, “Ryo, kita sudah lama berteman, and I think I’ve already knew all about you, except one




















