Hari-hari kuhabiskan di
rumah bersama anakku, maklumlah ketika aqu bekerja jarang sekali aqu dekat dgn anakku tersebut. ouughhhhh…. XXNX Rambut terawat dgn
potongan tipis. Ia mulai memegang kemaluanku dan mengarahkannya ke lubang kemaluannya. Umurku sudah hampir mencapai kepala tiga, ya…
sekitar 2 bulanan lagi lah. Setahu aqu tuh anak paling sopan tak banyak bicara dan jarang bergaul. Dari itu istriku berharap aqu tinggal di rumah supaya kita tetap
berkumpul sebagai keluarga yg tak terpisah. Mau keluar nih. “Kenapa kamu”tanyaqu heran
“Anu bang…”sambil melihat kembali ke bawah. ouhhhhhh”
“Enak, Baaaangg….”
“Iya sayg…. seketika itu pula pintu kamar terbuka
dgn tergesanya.Oh… ternyata dia bersama auntynya Karina yg tak lain adalah adik iparku, rupanya anakku tersebut
lagi pipis dicelana. akhhhhh” Karina mulai memompa dgn menopang dadaqu. Hari-hari kuhabiskan di
rumah bersama anakku, maklumlah ketika aqu bekerja jarang sekali aqu dekat dgn anakku tersebut.




















