suruh Juragan.Saya nuruti perintahnya, pelanpelan saya rebahkan badan atas saya. Buruburu saya pakai lagi kemben dan kain saya. XXNX Saya sontak mundur, tapi tangan Juragan lantas memegang pundak saya.Jangan takut, Denok katanya.Juragan juga memegang paha saya yang masih sebagian tertutup kain batik. Ternyata nggak gampang juga mencari uang dengan cara seperti ini, palingpaling yang kami dapatkan hanya cukup untuk makan kami berdua, satu atau dua kali pada hari itu. Ah, tapi sedunia cuma saya sendiri yang nganggap muka saya jelek. Tapi Simbok juga dari dulu selalu mengajari dan mengingatkan saya untuk merawat tubuh biarpun dengan cara sederhana, jadi biarpun sawo matang, kulit saya tetap mulus dan tidak jerawatan apalagi bopengbopeng lho.Oh ya, tadi kan saya sudah cerita arti nama panggilan saya, Denok. Cukup kan buat bayar kontrakan kamu tiga bulan?Saya berbaring agak lama




















