Namun pagi harinya ternyata ranti membalas sms-ku,
‘Sorry mas, smlm plg kuliah, saya ngantuk n ketiduran, jd lupa singgah ke kios mas.’ Aku sedikit lega karena ranti ternyata tidak membohongiku, setidaknya dua puluh lima ribu masih bisa untuk mengganjal perut selama dua sampai tiga hari bagiku.Aku menunggunya di kios hingga siang, ranti kembali sms ‘Sorry mas, motor kena pakai adik, kalo mas perlu cepet, boleh gak ambilkan di rmh sekalian bwa KTP saya.’ isi sms ranti. XXNX Dalam pikiranku, aku hanya merasa sangat bersalah.“Sudah lah Din, kita harus sadar memilih pasangan yang sederajat…”, kata Syamsul saat bertemu denganku di kios kami.Syamsul benar, ranti akan lebih bahagia dengan pria lain, dia tak layak hidup dengan aku yang susah begini.




















