jangan geli Gung.., ih.. Bokepindo Di rumahnya hanya bertiga (Kakaknya, Siti, dan Adiknya). lurus lalu belok kanan”, tanpa berpikir panjang saya langsung lari ke kamar kecil dan keluarlah “cairan perjaka” yang pertama. Siti berbisik, “Gung.. Katanya “Gung.., aku betul-betul minta maaf ya, bukan maksud Siti mau menyakiti kamu, karena setelah kuliah kita nanti selesai, mungkin kita tidak akan bertemu lagi sebab, aku harus kembali ke Riau dan menikah dengan lelaki pilihan ortu Siti.” Waktu itu juga aku seperti tidak ada tenaga, lemas, menyesal campur marah. Kemudian saya dipersilakan duduk kemudian Siti berkata, “Sebentar yah saya ganti baju dulu.” 3 menit kemudian Siti datang dengan membawa air minum dan duduk di samping saya. Para pembaca sekalian.., itulah kisah nyata yang menimpa saya sebagai anak kampung..




















