Aku jadi ragu. “Mau minum susu? Bokepindo “Udah malem.., Mas.., Lain kali aja ya?”, Aku mulai jengkel. Bahkan Sari sudah “berani” meremas penisku walau dari luar. Lepas dari kemacetan kembali Sari memainkan lidahnya di leher penisku. Tentang waktu ini menjadi masalah. Hal ini sangat kuhindari. Sementara aku kembali ke tempatku. Berbahaya sebenarnya. Kulihat Sari berdiri di tepi jalan, tapi tak sendirian. “Ih, Mas.., dilihat orang”, sergahnya menepis tanganku. Si “Joni” mana mau mengerti lain kali. Aku melayang. Nikmatnya bibir itu turun naik menelusuri seluruh batang penisku. Tempat ini memang biasa macet. Sari diam saja. Kembali kami bergumul. Kalau sudah ada cewek duduk di sampingku, seperti biasa mobilku langsung cari hotel, wisma, guest-house, atau apapun namanya yang bertebaran di daerah Setia Budi.




















