Hangat dan basah. XXNX Dia tersenyum memperhatikanku, menjadikan aku salah tingkah.“Ah, enggak, enggak bengong kok,” jawabku sekenanya. Tapi aku terus mencium sekenanya.“Farah… Kakak boleh pegang ini enggak?” tanyaku sambil meraba toketnya.“Enggak boleh…?” katanya sambil tersenyum manis.“Sedikit aja, masak enggak boleh sih..” aku merayu.Farah tidak menjawab dengan kata-kata tapi dia tiba-tiba memelukku dengan menempelkan toketnya ke dadaku. Tapi aku terus mencium sekenanya.“Farah… Kakak boleh pegang ini enggak?” tanyaku sambil meraba toketnya.“Enggak boleh…?” katanya sambil tersenyum manis.“Sedikit aja, masak enggak boleh sih..” aku merayu.Farah tidak menjawab dengan kata-kata tapi dia tiba-tiba memelukku dengan menempelkan toketnya ke dadaku. Tepat jam 1 siang Farah datang di saat aku lagi tiduran di kamarku. Satu kancing baju sudah cukup bagiku untuk melihat betapa mulusnya mundak ABG ini. Enak sekali rasanya.










