Pada suatu hari yang cerah, mendadak kami dibangunkan oleh Bunda Risa, salah satu pengurus di tempat kami.“Ayo bangun, cepat mandi, pakai pakaian terbaik kalian, setelah itu kalian harus berkumpul di aula. Dan lagi, sekarang.. XNXX Tapi Tomo menahanku dengan kuat.Tomo menciumi diriku yang bergetar hebat dengan sedikit paksa. Enam bulan pun berlalu. Aku tidak mau bergerak juga, seolah-olah aku sengaja ingin ditemukan oleh Tomo. Sakit!! Setiap kali tubuh Tomo menghentak, aku menjerit sekeras-kerasnya. Tersenyum Tomo mengecup kepalaku sambil mengelusnya.“Maria, kamu adalah milikku seorang.. Marah yaa? Tidak lamapun, aku merasa kalau aku telah menemukan rumah baru bagiku. Jangaan!!”, aku berteriak ketakutan.Terlambat, aku sudah telanjang total. Tanpa sadar pipiku bersemu merah.Setelah pesta usai, Tomo mengajakku istirahat di kamar hotel. Tomo bergeser ke sampingku. Jantungku terasa berhenti mengingat kejadian itu.“Tomo marah..”, pikirku.Aku pun merasa ketakutan.




















