Meskipun kenyataannya setiap hari bisa saja Mas Berto pulang sore hari. Mas Berto mengerti keterkejutanku.“Aqu sudah tak tahu lagi dgn apalagi aqu harus membayar hutang-hutangku, dia sudah mengancam akan menagih lewat tukang-tukang pukulnya jika aqu tak bisa membayarnya sampai akhir pekan ini”, katanya lirih.Aqu cuma terdiam tak mampu mengomentari perkataannya itu. Bokepindo Sikap diamku ini diartikan lain oleh Mas Berto.“Besok kamu ikut aqu menemui Su’eng”, ucapnya lagi, sembari mencium keningku lalu berangkat tidur. Aqu tak pernah menanyakan pekerjaanmu, jadi lebih baik kamu juga sperti itu”, katanya.Aqu baru bisa menerka-nerka apa aktivitasnya sewaktu suatu malam, dia memintaqu untuk menjual gelang yg kukenakan. Aqu merasakan lubang kemaluanqu mulai terasa basah dan sedikit gatal, sehingga aqu mulai merapatkan kedua belah pahaqu dan menggesek-gesekan kedua belah pahaqu dgn rapatnya, supaya aqu dapat mengurangi rasa gatal yg kurasakan










