“Kalau aku boleh nebak, yang kamu tahu soal seks hanya sebatas yang kamu baca dari cerpen-cerpen dewasa kan?”Aku terdiam memerhatikan tebakannya.“Diam berarti iya,” katanya melanjutkan. Dia tersenyum melihatku diam tak menjawab.“Kamu jarang ML ya?” tanya dia tiba-tiba. Bokep Korea terus sayang..!”
PLAKK!! Jangan-jangan….?“Aku mau tanya…” bisiknya di telingaku. Tapi usahaku sia-sia saja, kenikmatan yang kurasakan tetap membuat mulutku mengeluarkan erangan seperti jeritan-jeritan kecil. Setiap tamparan yang pantatku terima malah membuat otot vaginaku mengejang. Kamu ceria, polos, jujur, gak munafik.”“Yaa.. Nikmat sekali rasanya. “Tapi kamu tertarik soal seks. hahhh..”“Kamu mau ML sampai pagi sama pacarmu ini?”Dia merasa di atas angin sekarang. Dia sebentar lagi keluar. Jika mereka yang di seberang jalan saja sampai melihat, apa kabar dengan pengunjung cafe ini? Tapi entah kenapa, bibirku tetap tertutup rapat seolah menolak untuk berbicara.“Itu cuma tebakanku,” dia melanjutkan.




















