Aku ke ruang makan lagi dan mengambil gelas lalu menuju dispenser.Baru setelah melewati kamar mandi pembantu ada yang special di sana. ”Nggaklah..jangan. XXNX Ikat rambutnya aku lepas sehingga dirinya terlihat makin seksi kala menggeliat-geliat dan rambutnya tergerai ke sana kemari. Tina menatapku dan kubelai rambutnya. Dua tanganku mendekap erat buah pantatnya. “Emm..kamu mau tak mandiin juga ?“, kepalang basah, kutawarkan permintaan seperti dia tadi. Matanya mulai sedikit sayu. Kubasahi sabun lagi dan kugosokkan ke dada, kedua susu dan pentilnya, serta perut. sekarang kami sama sama telanjang bulat dikamar mandi. Lava kepuasan dirinya mengalir deras, rasanya gurih sedikit manis. Tambah gawat”. Vagina dalamnya makin hangat dan basah. Cairan lavanya makin keluar. Aku menggerakkan tubuh pelan-pelan, kunikmati jepitan dinding-dindingnya yang masih kuat.




















