Kupelankan lagi, dan Mbak melepas tangannya dari tanganku. Bokepindo Dari wajahmu itu kelihatan kalau kamu dari tadi bete,” aku hanya diam sambil merasa heran karena apa yang dikatakan Mbak Indah itu betul.“Kamu bete, karena malem ini kamu nggak bisa ngapa-ngapain sama Sarah, ya kan?” aku hanya tersenyum, Mbak Indah yang tadinya tutur katanya halus dan ramah berubah seperti itu.“Eh, malah senyam-senyum,” hardiknya sambil melotot.“Memang nggak boleh senyum. ” bibirnya sudah menyerbu bibirku dan melumatnya. Kubuka mataku, kupegang kuat-kuat kedua telapak tangannya dan kutahan agar Mbak Indah tidak jatuh ke belakang. Bisa nggak dapet bis kalau kesorean,” jawabku.“Cuman sebentar kok Dik. ” aku menoleh, ternyata Sarah yang langsung melambai supaya aku mendekat.




















