“Ahh Mas Anto ini ada-ada saja”. Bokep Thailand Satu jam berlalu dan kulihat ia menjadi gelisah sambil terus-menerus memandang keluar, ke arah landasan. Tadi kalau berangkat siang sih sebenarnya ada panitia yang jemput. Anto.. Duduk, Mas!”. Tiba-tiba aku dikejutkan dengan suara halus.“Pak, sandarannya ditegakkan dan sabuknya dipasang. Kucoba lagi, kali ini bibirku mendarat pas pada bibirnya. Lebih satu jam aku hanya bergolek ke kanan kekiri tanpa bisa memejamkan mata. Aku mengambil satu kaleng tapi tidak kubuka, hanya kupegang-pegang saja.Entah bagaimana awalnya, tangannya tiba-tiba sudah kupegang dan kutarik dia ke pangkuanku. Tak lama kemudian ia membuka pintu kamarnya. Aku sendiri belum hafal Kota Jakarta.Apalagi malam hari. “Saya dari Balikpapan kepingin makan gudeg setelah sampai di Jawa,” katanya.




















