jawabku. tanyanya sebelum menutup pintu.Apa aja, Bi. Bokepindo Mengingatnya, hatiku jadi agak tenang.Siangnya, sepulang sekolah, bibi sudah menungguku di depan TV. kataku membela diri.Kamu lihat di mana? Dari aku juga, bibi kadang sering berusaha mengorek masa lalu paman, terutama mengenai gadis-gadis di kampung yang pernah dekat dengan paman. Aku ambil taplak meja, dan pelan kuusap memek bibi, kubersihkan dari lelehan spermaku. jawabku. kata paman terus terang.Aku hanya mengangguk tanda mengerti.Eh, tapi nanti jangan kamu coba buktiin lho ya! Sehari lima kali juga masih kuat. dia tertawa, tampak nakal sekali.Aku yang awalnya kaget dengan tingkahnya, dengan cepat mengangguk mengiyakan. sahutku bego.Bibi tersenyum dan bangkit berdiri. Aku jadi agak tenang, apa kata paman memang benar, pikirku. Aku capek. tanyaku penasaran.Ehm, bibi tampak berpikir sejenak. aku bertanya, pura-pura tidak tahu.Mimpi basah, sahutnya singkat.Emang perempuan bisa mimpi




