Aku segera menutup mata. Bokepindo Uh, begitu romantis. Merasakan lipatan lain di dalam yang sangat basah. Kali ini cukup lama. Aku tidak mau menyakiti bukit indah itu. ya iyalah, baru juga pemanasan. dua tempat duduk. Apabila dililhat dari jauh, seperti orang yang tangannya kedinginan karena AC. Yup, susah sekali. Dia berulangkali menggerakkan tubuhnya, seolah menikmati betul elusan tanganku di pahanya. Ibu itu kini sedang sibuk memberikan makan kepada anaknya. Hidup serasa jalan tol, tanpa rintangan, mulus tanpa gejolak, penuh aturan. Tinggal jalan kaki ke Pondok Indah Mall. Pelaaan sekali. Memilin putingnya. Aku tidak mau membuat ia berpikir macam-macam dan kemudian menamparku.Tubuh itu diam saja. Tidak terkecuali ibu dan anak di sampingku.


