Larsih seperti terlempar dan jatuh melayang ke awang-awang.Akan halnya Mas Diran. Pada saat dia kena gilir jaga malam se-siang hari Mas Diran yang sendirian karena istrinya lagi kerja banyak keluar masuk di tempat mandi dan cuci ini. Bokepindo Dia merasakan betapa dari setiap pandangan mata Mas Diran pada bagian-bagian tubuhnya membuat dirinya sangat bangga dan tersanjung.Pagi ini Larsih lebih dari sekedar nyuci. Dia memang tak akan bergerak dari tempat duduk bangku plastiknya. Dia juga tidak tahu harus bagaimana. Cukup untuk nyeploskan koran. Ee.. Sesaat Mas Diran tetap mengkulum dan menggerakkan lidahnya pada jari-jari indah itu sebelum akhirnya menarik lepas tangan itu dari mulutnya dan meraih tangan itu untuk mengembalikan ke balik dindingnya.Larsih mengikuti apa yang menjadi kehendak Mas Diran.




















