“Duh, kamu kuat sekali Dit”, pujinya melekapkan wajah di dadaku. Kukucup mulutnya. XXNX Terkadang ibuku datang ke rumahnya, terkadang dia datang ke rumahku.Dan satu kebiasaan yang kulihat pada Tante Ratih ini, dia suka duduk di sofa dengan menaikkan sebelah atau kedua kakinya di lengan sofa. Maksudku Lala dan ….. Ternyata persis dadanya. Segalanya indah. Kukira dia sudah tidur, yang jelas aku tak bisa tidur. Lezat sekali. Saya mendengar ini terkadang jadi keluh-kesahnya pada ibuku. Aku menjawab singkat-singkat saja seperti orang blo’on. Dia tinggal dalam jarak beberapa rumah dari rumahku, jadi tetanggaku juga. Ya dia. Kelihatannya dia memang ingin mengajak aku terus bercakap-cakap karena takut pergi tidur sendirian ke kamarnya. Aku terkejut, cepat kututup mulutnya dengan tanganku, takut kedengaran orang, apalagi kalau kedengaran oleh ibuku di sebelah. “Iya enak sekali Dit.




















