Boleh ya Mah pegang dikit?”
“Tuh kan… Mas ini sudah ngelunjak. Bokepindo Aku jadi kasihan melihat wajah mama selalu menyeringai seperti kesakitan. Rupanya ketukan dari pembantu karena saat itu sudah jam 9.00 pagi.Setelah itu, mama selalu tidak pernah absen mengunjungiku di Bandung atau kalau mama berhalangan, maka akulah yang datang ke Jakarta.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Tapi ngapain sih Ma, kok nanya2 gituan?”
“Ya… enggak apa apa sih, mama cuman pingin tahu saja.”, sahut mama sambil tetap mencari ubanku.Karena aku duduk menghadap mama dan jaraknya sangat dekat, tanpa kusadari mataku tertuju kebagian dada mama dan karena Mama ku hanya memakai baju tidur putih yang tipis sekali, maka tetek dan puting susunya secara transparan terlihat dengan jelas. Diusap dan diurutnya keatas dan kebawah. “Ssssshhh… ooooohh… aaaaahhh… Maaaaaassss…”Desahan yang keluar dari mulut mamaku ini menjadikan ku semakin bersemangat dan kugeser kepalaku




















