Udara diluar gelap seperi senja. Bokepindo Paduan kaos biru serta celana jeans ketatnya itu membikinnya terkesan lebih muda. “Cabut den..cabut…jangan didalem..”Serunya panik. Pikiranku kembali kacau. Aku terpapar kenikmatan luar biasa, mataku terpejam berbagai saat hingga akhirnya semuanya usai. “Mbak..maaf boleh saya nanya..”
“Boleh den..mo nanya apa..”Jawabnya. Mata kami yg hanya berkata saat itu, apa yg telah terjadi tadi membungkam kami tenggelam dalam pikiran masing2. “Rini kemana mbak, kok sepi..” Ujarku ketika duduk diruang tamu. Perempuan bodoh, seruku dalam hati. Ada terbersit dalam hati untuk melamarnya sebuahhari nanti, biarlah waktu yg menentukan akhirnya. Buru2 dirinya luar biasanya kebawah begitu tersadar. Aku tetap sibuk membalas sms kawan2ku. Mbak Juminten semacam mengerti apa yg bakal segera terjadi. Sebetulnya tidak jadi soal utk soal jumlah uangnya, cuma segi gelapku tetap mencoba meyakinkanku utk mengambil peluang.











