Tiada lagi
teman tidurku. Bokepindo Aku bersemu merah. “Capek, Kamu makin lama tambah berat. Samar-samar
kuamati ada sekumpulan rambut di sana. Tiada lagi
teman tidurku. “Barusan ya?”. Aku
nyaris tak percaya. Celana
seragamku aku rendam di kamar mandi. Jahat, masak cuma dia yang boleh
tahu hal-hal semacam itu. Dia hanya memberikan Kho Ping Hoo
untukku. Ternyata Kak Tina tidak mengenakan bra. Dia tetap tenang. Saat
ini aku merasakan puber yang sebenarnya.Saat tangan Kak Tina mencoba
meraih ritsluiting celanaku, terdengar suara motor bebek memasuki
halaman rumah. Aku tersipu malu. Aku mengharapkan segalanya akan terulang kembali. Dalam tidur aku bermimpi. Aku mulai merasakan kenikmatan. Aku baru
ingat, kalau Bu Rochim ada acara di Dinas Pertanian. Pahanya, yang walaupun sedikit gelap namun mulus itu
terpampang jelas di mataku. Kelihatannya dia lega aku tak memergokinya.




















