Kemudian aku mencium bibirnya perlahan. Kemudian dia tersenyum nakal. Bokepindo Sebenernya aku sedikit kecewa dia pilih duduk disitu, tapi pikiran itu segera sirna karena aku sibuk memperhatikan paha putihnya yang terpampang lebar karena celananya tertarik keatas saat dia duduk. Hingga seminggu kemudian mbak Fanny mengirim pesan YM ke komputerku.“Yan, lagi sibuk banget ya ?” tanyanya melalui YM“Iya nih mbak, kan deadline bulan depan” jawabku sekenanya, karena aku memang sedang sibuk mengerjakan tugasku yang bertumpuk.“mmmmm…” jawabnya gak jelas.Karena aneh atas jawabannya aku mengirim pesan “Ada apa mbak, apa ada masalah ?”Agak lama dia mengirim jawaban “Rian, masih inget tawaran kamu waktu itu nggak ?”Jujur aku lupa sekali apa yang aku tawarkan, karena pikiranku penuh dengan pekerjaanku. Entah kenapa aku jadi sayang sekali dengan wanita itu.




















