Kesempatan tidak akan datang dua kali. Dari perut turun ke paha. XXNX Aku tidak berpakaian kini. Tapi eh.., seorang penumpang pakai kaos oblong, mati aku. Jangan di sini..!” katanya.Kini ia tidak malu-malu lagi menyelinapkan jemarinya ke dalam celana dalamku. Pijitan turun ke perut. Ia tidak bercerita apa-apa. Ayo. Wajahku mulai panas. Aku tidak menjepit tubuhnya. Ke bawah lagi: Hah habis kancingku habis. Aku masih termangu. Aku tidak berani menatap wajahnya. Ia menurunkan sedikit tali kolor sehingga pinggulku tersentuh. Anggap saja tiap-tiap baju sama dengan jumlah kancing bajuku: Tujuh. Ah masa bodo. Tetapi sejak tadi aku tidak melihat wanita yang lehernya berkeringat yang tadi mengerlingkan mata ke arahku. Sekarang sudah lebih lancar.




















