Nes.., luar biasa! XXNX Ok aja, tapi sekarang kita cari makan dulu ya, biar ada tenaga bertempur lagi nanti malem, kataku sambil berpakaian. Dalam perjalanan pulang, kami ngobrol ngalor ngidul, Ines sangat open. hh.. Aku belum ngecret dan Ines menyudahi sepongannya. Tubuh kami bergulingan di atas ranjang sambil berpelukan erat. Diusapnya lembut kontolku yang sudah keras banget. Tak lama kemudian, shower terdengar berhenti dan Ines keluar. Selama perjalanan, aku mengelus pahanya, dari luar jeans ketatnya tentunya. Toketmu bagus, Nes, aku mencoba mengungkapkan keindahan pada tubuhnya. Tubuh kami bersimbah peluh, membuat tubuh kami jadi lengket satu sama lain. Jemariku bergerak lincah mengusap dan membelai selangkangan Ines yang masih tertutup CDnya. maas.., hanya itu yang bisa keluar dari mulutnya saking dahsyatnya kenikmatan yang dialaminya bersamaku. Aku melenguh seraya menyebut namanya.




















