Sesaat bau amis merebak di seluruh ruangan. Bokepindo Kupegang dengan lembut kedua bukit yang mencuat itu. Mbak Marni mengajakku masuk hutan. Aku pun menuruti perintahnya. Kuraba perlahan dan kurasakan bagian putingnya yang mengeras, dan dengan spontan aku meremasnya. air mani.” celotehku. Segala cara aku lakukan untuk memikatnya. “Kita akan ke Candi Ireng.”Candi Ireng adalah tempat keramat di desa kami tidak sembarang orang bisa mendekatinya. Dalam hati aku bersumpah akan mengejar dan mendapatkan Ningsih meskipun harus sampai ke kolong neraka sekalipun.Dua minggu berlalu, aku terus berpikir bagaimana cara mendapatkan cinta Ningsih. Jawaban yang keluar dari mulut Ningsih tidak sesuai dengan keinginanku.“Maaf, Kang, Ningsih selama ini hanya menganggap Kang Aryo seperti kakak sendiri, tidak lebih!” begitu jawaban Ningsih. ran kemalu.. Namun ini seperti bukan sebuah kebun, melainkan lebih seperti lapangan kecil. mu ha..




















