Seolah dia menyatakan bahwa hasrat hatinya padaku adalah kejujuran cintanya, dan akan mampu membuatku yakin akan ketulusannya. nggak apa-apa kok, Mas”, jawabku tersipu sembari menyalakan kompor gas.Tiba-tiba Mas Iky menyentuh pundakku. Bokepindo Tangannya terus saja menggerayangi sekujur tubuhku. Sore ini cuaca memang sedang hujan meski tak seberapa lebat. Ah, pertanyaan itu selalu terngiang di benakku.Tibalah aku memasuki bulan ke tujuh masa kerjaku. Pandangannya membuatku jadi salah tingkah.“Kamu cantik, Sienny.”Aku cuma tersipu dan berucap,“Teman-teman Mas Iky di kampus kan lebih cantik-cantik, apalagi mereka kan orang-orang kaya dan pandai.”“Tapi kamu lain, Sienny. Tak peduli lagi siang atau malam, di sofa ataupun di dapur, asalkan keadaan rumah lagi sepi, kami selalu tenggelam hanyut dalam permainan cinta denga gejolak nafsu birahi.Selalu saja setiap kali aku membayangkan sebuah gaya dalam permainan cinta, tiba-tiba nafsuku bergejolak ingin segera saja




















