Sampai-sampai kemana-mana ia pergi harus bersandal jepit kumal. Aku benar-benar merasa menjadi suami terzalim!“Maryam…!” panggilku, ketika tubuh berabaya gelap itu melintas. Bokepindo Kenapa baru sekarang pula kutahu betapa nikmatnya menyaksikan matamu yang berbinar-binar karena perhatianku? Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. Senyum bahagia.“Abi…!” bisiknya pelan dan girang. Selama ini aku terlalu sibuk mengurus orang lain, sedang isteriku tak pernah kuurusi. Diam-diam hatiku kembali dirayapi perasaan berdosa karena selama ini kurang memperhatikan isteri.Ya, aku baru sadar, bahwa semenjak menikah belum pernah membelikan sepotong baju pun untuknya. Dan tentu, ketika pulang benak ini penuh dengan jumput-jumput harapan untuk menemukan baiti jannati di rumahku. Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar. “Wanita, memang suka yang indah-indah, sampai bentuk sepatu pun lucu-lucu,” aku membathin.Mataku tiba-tiba terantuk pandang pada sebuah sendal jepit yang




















