Mbah Suliyem berusaha mengahkiri perdebatan kami di jalan.Kali ini aku sudah pasrah dan kurasa memang tidak ada yang perlu diperdebatkan, apalagi setelah kulihat alroji ‘swiss army-ku’ sudah menunjukkan jam sembilan malam. Mohon maaf jika aku terlalu berlebihan dalam mendeskripsikan diri, tapi begitulah kenyataannya, apalagi bila dibandingkan dengan sebayaku di kampungku Semanu, sebuah kota kecamatan di bagian timur Kabupaten Gunungkidul D.I.Yogyakarta. Bokepindo Halaman rumah yang sekaligus dijadikan kebun cukup luas.“ya ini gubug simbah … ayo duduk dulu mas …” Kulihat keceriaan wajah mbah Suliyem saat ia menawarkanku untuk turun dan singgah ke rumahnya. CROT … CROT … CROT .. Setelaj mengantar para tetangga sampai luar rumah, aku bergegas masuk kembali kedalam mobil untuk mengambil perlengkapan perangku.Perlengkapan perangku yang memang sengaja kusimpan dalam boks P3K yang tadinya berfungsi sebagai Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan, kini beralih




















