Mungkin karena hujan tadi jadi para mata keranjang yang biasa nongkrong di warung Anin pada males keluar. XXNX Keesokan harinya saat aku hendak berangkat kerja, ketika didepan warung tante Anin, aku di panggil tante.“Rokoknya sudah habis ya.., ntar malem beli lagi ya..?” katanya penuh harap, padahal pembeli sedang banyak-banyaknya, namun mereka gak tahu apa maksud perkataan tante Anin. Akhirnya semua terasa enteng, badanku serasa terbang, ada kenikmatan yang sangat luar biasa. Dan aku panggil-panggil tante Anin.“Tante.., Tante.., Dik Wisnu.., Dik Wisnu” lho kok kosong, warung ditinggal sepi seperti ini, kali saja lupa nutup warung.Ah kucoba panggil sekali lagi, “Permisi.., Tante Anin?”“Oh ya.., tungguu”, Ada suara dari dalam. Lalu aku cepat-cepat berdiri sambil membalut tubuh tante dengan handuk yang jatuh tadi.




















