saya diam saja, karena saya sangat menyukainya serta bangga mendapat kesempatkan untuk mempertontonkan batang kemaluanku yang lumayan besar.“Udah bersih Mas…”Kulihat kamaluanku sudah pelontos, gundul. Ujung kemaluanku seakan menyentuh dinding yang membuatku merasa geli bukan main. XXNX Endar masih berada di kamarku (suasananya sepi karena tak ada orang sama sekali, termasuk di rumah induk) untuk minta bimbingan atas pelajarannya. Namun Endar segera terkejut, dan melepaskan diri dariku. Ujung kemaluanku seakan menyentuh dinding yang membuatku merasa geli bukan main. Erangan-erangan yang terkesan liar semakin membuatku bernafsu.Aku kecup putingnya, perutnya, dan pahanya. Tanpa kusadari kain penutup kepala kemaluanku sudah tersingkap, dan ini nampaknya dibiarkan saja oleh Endar, yang sekali-kali melirik juga ke arah kepala kemaluanku yang mulus dan besar itu.Lama-kalamaan, Endar semakin terbiasa dengan benda menakjubkan itu.




















