Dengan senyum aku membalasnya. “Ahhh sakit, sakit massss.“Aaghhh, mass sakittt, agghh mass.” Jeritku. XXNX Saat pulang sekolah, aku dijemput dia, dia bilang ingin mengenalkan aku pada teman-temannya. Jarwo berperawakan tinggi besar dan berkulit hitam. Ada sedikit senyum yang tersungging dibibirnya terarah padaku. Tersenyum dan menubrukku yang saat itu masih tertidur tanpa pakaian. Pacarku bangun, terduduk dengan wajah tanpa dosa memandangiku. Kamar yang agak sempit, dengan kasur lantai yang kecil, mungkin nomber 3. “AAAGHHHHHHHHH.” Akhirnya aku teriak lumayan keras, serasa terbang saat itu. Dengan senyum aku membalasnya. “Aaaghhh.” Katanya. Tak lama kami sampai disalah 1 rumah lumayan besar. Aaahhhh, aku ga bisa bergerak karna keras nya pelukan oleh Jarwo.




















