“Masih saja jadi petualang,” katanya sambil duduk di hadapanku, “Tapi masih tetap seperti dulu. Bokep indo Aku benar-benar tidak kuat untuk stir mobilku. Kadang-kadang aku berpikir dibayar pun tidak mau aku untuk tidur dengan mereka dengan wajah mengerikan yang mereka miliki. Kangen? HRC hampir tutup. Kutinggalkan rumahnya menuju rumahku.Ini yang kuheran. Paling tidak aku kehilangan keperjakaanku gara-gara tempat ini beberapa tahun lalu. Kutarik tangannya ke selangkanganku. Kami keluar di jalan Sunda terus menuju Thamrin. Permainan Sex-nya? Malah sebenarnya aku hanyalah Social Drinker yang hanya kebetulan agak terlalu social semalam. “Pak Ricky, telepon dari Felly,” Indri, sekretarisku di interkom. Tidak dapat dipungkiri.3 kali kami melakukannya malam itu. Entah mengapa aku tidak dapat lepas darinya.Kalau aku tidak bertemu dengannya, tidak ada sama sekali rasa kehilangan atau kangen atau apalah namanya.




















