“Besok kamu ikut aku menemui Bondan”, ujarnya lagi, sambil mencium keningku lalu berangkat tidur. XXNX Aku berkata terus-terang bahwa aku tidak tahu-menahu mengenai utang itu, kemudian aku menyuruhnya untuk kembali besok saja. Aku masih shock memikirkan aku harus rela memberikan seluruh tubuhku kepada lelaki yang belum kukenal selama ini. Kadang-kadang ia memberikan uang belanja lebih padaku. Selama ini aku tidak pernah melihatnya seperti ini. Aku mulai merasakan denyut-denyut kenikmatan mulai bergerak dari puting payudaraku dan mulai menjalar keseluruh bagian tubuhku lainnya, terutama ke vaginaku. Toh dia juga yang membelikan gelang itu. Mas Aryo mengerti keterkejutanku. Aku tahu dia akan meminta ‘jatahnya’ malam ini. Tetapi aku tidak pernah mengeluh. Atau pulang dengan membawa oleh-oleh untuk aku dan Rizal anak kami.Setiap kali aku menyinggung aktivitasnya, Mas Aryo berusaha menghindari.




















