maukah kamu menjadi kekasihku?” dia memohon sambil berlutut di hadapanku. “Bunga.. XNXX Aku pun terus membelainya sampai kemudian ia terbangun. kamu kan harusnya sudah tahu itu, Mbak kan sudah bilang.. aahh.. kenapa nggak bilang-bilang kalau mau ke Jogja Mbak, iya deh Mbak aku jemput sekarang, Mbak tunggu saja di sana ok?”“OK.. Sepulang dari rumah makan itu, Mbak Lina kembali menggandeng tanganku dengan erat, seolah tidak ingin melepaskanku.Kami kembali menuju hotel dan segera menuju kamar. “Bunga! mau keluar nihh.. kamu mengerti sekarang sayang,” kata dia.Dia kembali berkata, “Bunga.. jangan berhentii.. “Plakk.. mm.. bisa bicara dengan Dik Bunga?”Aku pun menjawab, “Ya, saya sendiri.. Selama makan pun kami saling berdiam diri, tidak mengucapkan sepatah katapun.










