Air liurnya pun kadang terpercik ke wajahku. Bokepindo Belum pernah juga sebelumnya aku merasa begitu pasrah menyerahkan diriku untuk dihamili, apalagi oleh seekor anjing. Kami meneruskan acara dengan berdiri dan berjalan mengelilingi seisi rumah. Mereka tak bersosialisasi dengan orang luar seperti kami. Kupikir kau mengerti apa yang kumaksud kan?”
“Kau ingin agar ia menyetubuhiku dan mengawiniku serta mengisi rahimku dengan benih anjingnya?”
“Tepat sekali, Maria. Memekku akan mengisap kontolnya sampai kering”, balasku bernafsu. Bagaimanapun, setidaknya ada lima rumah di sekitar situ yang dari dalamnya penghuninya dapat melihat adanya seorang wanita bugil sedang menyeberang jalan di tempat terbuka pada siang hari bolong. Aku yakin mereka tahu. Air liurnya pun kadang terpercik ke wajahku. Kami tinggal di daerah yang asalnya direncanakan sebagai kota baru di luar kota Jakarta. Kami membiasakan diri untuk bercumbu seperti yang biasa dilakukan




















