Tapi Uwak menahan dan memaksaku untuk singgah.“Ayo..” katanya sambil menarik tanganku. “Eh, boleh nggak aku panggil kamu Dik Sendy..? XXNX Gairahku memang terangsang seketika itu juga. Waktu itu hari Minggu pagi. Sementara itu aku hanya dapat merenung tanpa dapat berbuat apa-apa. Aku jadi tertegun, karena mereka langsung saja menyeretku ke pembaringan. Aku bermaksud mau pulang. “Ikut aku yuk..!” ajaknya langsung. Sementara itu aku hanya dapat merenung tanpa dapat berbuat apa-apa. “Kalau aku sih biasa dipanggil uwak..” katanya langsung memperkenalkan diri sendiri. Tetapi aku juga ketakutan setengah mati. Tetapi entah kenapa, hari itu aku memakai baju olah raga, bahkan memakai sepatu juga. Uwak memang pandai membuat suasana jadi akrab.Selesai makan bubur ayam, aku dan pria itu kembali berjalan-jalan. “Jalan-jalan yuk..!” ajaknya tiba-tiba sambil bangkit berdiri.




















