Setelah terkapar beberapa saat, Guntur membopongku ke kamar mandi dan memandikan saya. Saya bergetar dan menggelinjang menjadi-jadi. XXNX Saya tak berdaya. Tapi apa daya, di belahan dunia lain, Dika tidak akan bisa melihat keseriusanku. Saya mengerang tertahan dan mengerutkan dahi. Saat itu saya sampai klimaks sebelas kali waktu Bercinta dengannya! Guntur tidur terlentang. Mengerti umpannya mengena, Guntur mulai merayuku dan menggodsaya. Rasanya mau mati saking nikmatnya. Saya merasa berdosa pada Papsaya, pada Mamsaya, pada kakakku, pada seluruh keluarga saya. Saya sudah mempersiapkan diri untuk mendiamkannya selamanya. Edan.Dua bulan terakhir ini saya jarang kontak dengan Guntur. Guntur juga berhenti dan hendak mencabut Kejantanannya dari kemaluanku. Tak terlukiskan perasaanku saat itu. Orang tua saya pun tak kalah dan berjanji pada saya akan menyekolahkan saya ke Amerika selepas SMA.




















