Mereka lumayan loyal terhadap partai mereka itu, walaupun tampak sedikit kecewa, karena pemimpin partai mereka itu kurang berani bicara. Dengan lincah Diana telah duduk di sampingku. Bokepindo Menatapnya. Namun karena dia mungkin belum biasa, giginya beberapa kali menyakiti penisku.“Aduh Diana, jangan kena gigi dong…, Sakit. Ngantuk. Saat aku kembali, gerombolan Diana masih ada di sana.“Saya ke kantor dulu ya, memberikan kaset rekaman dan hasil photoku. Aku lihat ke arah batang kemaluanku dan kemaluan Diana, tampak olehku batang kemaluanku baru setengah terbenam kedalam kemaluannya. Tapi photo kita dulu…”Mereka beraksi saat kuarahkan kameraku kepada mereka. “Mas Ray…, aahh…, mmhhaahh…, Aahh…” Dia kelojotan. Aku tersenyum, dan ia pun tersenyum. Celana dalamnya yang berwarna hitam, menerawangkan bulu-bulu halus yang ada di situ. Aku arahkan mulutku ke lehernya, ke pundaknya, lalu turun ke buah dadanya yang indah, besar,




















